Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Februari 2011

Cahaya di Kota Bunga

Sinar lampu kota menemani langkah Ela. Gadis lulusan S1 Managemen Universitas Negeri Sebelas Maret ini akan berangkat menuju Paris Van Java. Dengan berpenampilan layaknya mahasiswi serta membawa tas ukuran jumbo. Suasana ramai dari para calon penumpang yang memenuhi stasiun Purwosari, membuat Ela semakin semangat untuk mengukir karier di kota yang asri tersebut.
Ketika duduk di bangku peron dan bermain jempol, tiba-tiba datang seorang pria dengan penuh barang bawaan. “Permisi Mbak, boleh saya duduk di sini?” sapanya sok dekat. “oh, boleh silakan” jawab Ela polos.
“Malam-malam gini mau ke mana, Mbak?”
“Mau ke Bandung, nglamar kerja di PT Kahuna”
“Mbak sendirian? Berani amat! Kebetulan saya juga ke mau Bandung. Kalau nggak keberatan boleh saya temani?” Tanyanya sok kenal.
“Ah terimakasih, saya sudah terbiasa naik kereta malam-malam.”
“Sepertnya tujuan kita sama,  saya juga mau nglamar ke perusahaan itu, kebetulan direkturnya sudah kenal deket sama keluarga saya. Oh ya kita kan belum kenalan, nggak enak kan kalau ngobrol? Aku Oky.”
“Aku Ela. Senang kenalan dengan kamu. Eh kayaknya keretanya dah datang tuh.”
Kedatangan kereta api Kahuripan menghentikan sejenak percakapan mereka. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Mereka pun mengambil tempat duduk yang berhadapan. Dan kembali melanjutkan percakapan. Ela merasa akrab dengan Oky yang baru saja ia kenal. Entah kenapa, tanpa disadari percakapannya tidak menjemukan dan tidak berhenti hingga kereta tiba di stasiun Kroya. Karena merasa lapar, Oky membeli nasi pecel khas Kroya dan kali ini ia membeli dua bungkus. Suatu keberuntungan bagi Ela karena telah mengenal pria lulusan S2 Managemen Universitas Gadjah Mada yang sudah berpengalaman 2 tahun ini.
Fajar menyapa kota Bandung, sampailah kereta di stasiun Kiaracondong. Ela dan Oky turun dan beristirahat sejenak. “Di Bandung punya saudara yang bisa dikunjungi?” Tanya Oky. “Kebetulan tidak ada. Aku tidak punya saudara satu pun yang tinggal di Jawa Barat.” Jawabnya kalem. “Istirahat aja dulu di kost-an milik ibuku. Seleksinya kan masih nanti siang.” Tawar Oky penuh rasa simpati. Entah bisikan apa yang mempengaruhi Ela. Menerima tawaran tanpa rasa curiga. Namun Oky memang berniat baik. Ia mengenalkan Ela dengan ibunya dan mau memberinya tempat tinggal dengan sewa yang cukup miring.
Seleksi pun dimulai. Wawancara dengan direktur, pertanyaan-pertanyaan yang memusingkan kepala, tantangan dan permintaan pertanggungjawaban dari pihak perusahaan,  membuat gentar dan memecah konsentrasi para pelamar kerja. Namun tidak bagi Ela. Dengan kelihaian dan kemampuannya mengolah kosakata. Direktur mampu dibuat tercengang olehnya. Tanpa diragukan lagi Ela resmi menjadi sekretaris bagian pemasaran. Syukur dan bahagia, itulah yang dirasakan. Esok adalah hari pertamanya mengabdi kepada perusahaan yang bergerak di bidang tekstil.
Hari demi hari ia lalui dengan penuh semangat, seakan melupakan masa lalunya. Dua bulan yang lalu, pertengkaran hebat terjadi di keluarganya. Sang ayah yang memaksa putri satu-satunya untuk menikah dengan putra pemilik perusahaan terbesar di Solo. Namun, Ela tahu bahwa, ia bukan pria yang pantas dengannya karena perilakunya yang dianggap kurang mengerti tentang wanita. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari rumah dan meniti karier di kota lain. Hingga akhirnya ia diterima di PT Kahuna dan menjabat sebagai sekretaris manager bagian pemasaran.
Sudah seminggu lebih ia bekerja, namun tak sedikit pun mengetahui keberadaan managernya. Rekan sekantornya ditanya, tak ada satu pun yang mengetahui. Banyak yang berkata bahwa managernya baru, namun belum ada yang tahu satu pun. “Perusahaan macam apa ini? Ada pegawai, tapi tidak ada pimpinannya?” batin Ela. Tak lama kemudaian tampak seseorang keluar dari ruangan dengan berpakaian rapi, berdasi, dan jas hitmnya yang elegan. Terkejut dan terbengong, ternyata manager bidang yang ia pegang adalah seseorang yang sangat tidak asing lagi. Benar, Oky telah diangkat menjadi manager baru, menggantikan manager sebelumnya yang telah sampai masa pensiunnya. “kamu manager di sini?” Tanya Ela dengan wajah heran seakan tidak percaya. Namun Oky hanya tersenyum dan kemudian menghampirinya. Kemudian terjadilah percakapan yang membuat mereka lupa akan kepenatan akibat pekerjaan mereka.
Kini mereka semakin akrab. Hampir setiap hari berangkat kerja bersama, istirahat ke kantin bersama. Ibaratkan saudara, mereka pun juga saling mengerti kesibukan satu sama lain. Sampai suatu hari. Direktur Utama PT Kahuna, Ny. Atiq menghampiri kedua insane yang sedang asik bersantai di kedai. Ia menyampaikan sebuah berita yang cukup buruk. PT Harinna , pemilik tetap lahan yang di banguni gedung utama PT Kahuna selama 12 tahun, meminta lahan itu dibebaskan karena akan dijadikan kantor cabang. Namun gedung yang digunakan sebagai gantinya belum ada. Bahkan lahan untuk membangunnya pun belum disediakan. Suasana tegang menyelimuti perbincangan ini. Akhirnya Ny. Atiq memutuskan untuk menyerahkan masalah ini kepada Oky, karena ia sudah cukup berpengalaman dalam hal sengketa tanah. Tentu ia tidak sendirian dan dengan bantuan sekretaris barunya.
Keesokan harinya Oky mendatangi langsung Dirut PT Harinna. Beserta pengacara dan beberapa anak buahnya, mereka melakukan rundingan secara baik-baik. Akhirnya Ny. Dwi selaku wakil pimpinan PT Harinna sepakat untuk memberi tenggang waktu selama 2 tahun untuk mengosongkan lahan. Namun suasana menjadi tegang ketika Direktur PT Kahuna Tn. Wisnu memaski ruangan. Hati yang penuh kejutan, ternyata ia adalah ayah Ela. Seakan tidak percaya, sang ayah menghampiri Ela. Dialog serius pun terjadi, ketika Ela menolak perintah sang ayah untuk pulang dan bergabung dengan perusahaan miliknya. Hal itu dikarenakan ia tidak ingin dijodohkan. Keputusannya membuat hasil rundingan berbalik 180 derajat. Pihak Harinna mencabut keputusannya dan tetap akan mengosongkan lahan dengan paksa dalam waktu hanya dua bulan. Ny. Dwi terus membujuk untuk memberikan keringanan dan tenggang waktu. Namun keputusan Tn. Sudah final dan tidak dapat digangu gugat lagi.
Rasa kecewa tak terbendung ketika Oky kembali ke Bandung. Ny. Atiq telah menerima berita atas kegagalan tersebut. Tentu ia sangat marah dengan Ela. Bahkan ia hampir memecatnya. Namun hal itu tercegah oleh Ny. Dwi yang datang menemui Ny. Atiq dengan membawa koper berisi uang dan bermaksud memberi uang jaminan kepada pihak Kahuna. Oky dan Ela pun meninggalkan ruangan karena pertemuan tersebut dianggap rahasia.
Mereka menuju ke kantin ,namun kali ini mereka sedikit renggang. Setelah berjalan beberapa meter, tiba-tiba terdengar ledakan hebat dari gedung produksi. Ledakan tersebut membuat panik seluruh orang dan membakar seluruh gedung dengan cepat karena di dalamnya terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar. Rupanya salah satu mesin di dalam gedung mengalami hubungan arus pendek sehingga memicu adanya api. Seluruh karyawan berhamburan keluar gedung. Ela malah lari masuk ke dalam gedung berharap masih ada yang bisa diselamatkan. Hal itu telah dicegah oleh Oky sebelumnya, namun kegigihannya untuk menyelamatkan sesama tak terbendung lagi. Akhirnya Oky pun turut membantu. Ny. Atiq dan Ny. Dwi mendengar ledakan tersebut dan langsung menuju keluar gedung untuk memastikan seluruh karyawannya selamat. Mobil-mobil pemadam kebakaran dan ambulan telah datang dan berusaha memadamkan api.
Seluruh karyawan diungsikan ke gedung utama. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun Oky dan Ny. Atiq belum menemukan satu karyawan dan Ela. Pada saat yang sama datanglah Tn. Wisnu ke lokasi kejadian. Ia merasa panik karena putri satu-satunya terjebak dalam kebakaran. “Maaf tuan, api sangat besar. Kami tidak bisa masuk ke dalam waktu yang singkat. Harus menunggu api dapat dijinakkan dahulu.” Kata seorang petugas pemadam kepada Tn Wisnu. Begitu panik dan lemas karena putrinya sudah kecil kemungkinan dapat diselamatkan. Tiba-tiba dari candela gedung yang pecah keluar dua orang yang berjalan sempoyangan. Ny. Dwi ,yang kebetulan memiliki pengalaman di bidang medis, dibantu para perawat langsung mendatangi mereka. Suatu kejutan yang mengharukan Ela dan satu karyawan yang telah diselamatkannya terkulai lemas tak berdaya karena telah menghirup banyak gas karbon dari kebakaran tersebut. Tn. Wisnu mendatangi putrinya dan mengucapkan syukur sambil mengusap kepala Ela karena putri satu-satunya telah selamat.
Dua hari berikutnya kondisi Ela sudah membaik. Dan ia kembali bekerja ke kantor. Ternyata ada mobil-mobil yang parkir di depannya. Termasuk mobil ayahnya. Perasaan tidak nyaman dan firasat buruk menghantui langkahnya menuju ke dalam kantor. “Wah Ela, kamu sudah baikan? Ny. Atiq menunggumu di ruangannya.” Kata seorang temannya. Begitu masuk, suasana hening dan serius memadati seluruh ruangan.  Ny. Atiq mempersilakan Ela untuk duduk dan rapat pun di mulai. Rundingan demi rundingan telah dilakukan. Suasana tegang dan menggerahkan terus mempengaruhi konsentrasi para peserta rundingan. Setelah satu jam, akhirnya Tn. Wisnu memohon maaf dan memutuskan gedung PT Kahuna untuk tetap mengosongkan gedung yang telah terbakar, kemudian ia juga memberikan jaminan lahan baru untuk dibangun gedung produksi sebagai gantinya sehingga seluruh karyawan-karyawannya dapat bekerja dan perusahaan dapat berproduksi kembali . “terimakasih atas keputusannya, senang telah bekerjasama dengan anda, Tuan” sambut Oky kepada seluruh pihak PT Harinna.
“Ela, ayah ingin berbicara pada kamu dan Oky” ajak Tn. Wisnu. Ia kembali membujuk Ela untuk pulang kembali dengan catatan ia berjanji tidak akan menjodohkan dengan putra rekannya. Ia sudah mengetahui semuanya tentang hubungan putrinya dengan Oky dari Ny. Atiq. Ia juga mengetahui karakter Oky dengan sangat baik. Sebenarnya Ela ingin sekali kembali, namun ia juga tidak inin meninggalkan pekerjaannya. “Nak, maafkan ayah. sudah saatnya engkau menemukan pendamping hidupmu. Dan aku sudah mengetahui semua tentang hubungan kalian. Jadi, ayah memutuskan untuk merestui hubungan kalian. Dan Oky, aku tahu banyak hal tentang kamu. Dan sepertinya sudah saatnya aku pensiun. Sebagai gantinya. Aku ingin kamu memimpin peusahaanku dan Ela, kau menjadi sekretarisnya.” Kata Tn. Wisnu. Ela pun merasa sangat senang hati menerima penawaran ayahnya, dan bersedia kembali untuk memimpin perusahaan yang sudah berdiri selama dua puluh tahun. “tapi, bagaimana dengan posisiku? Siapa yang menggantikannya?” Tanya Oky. “Ny. Dwi siap untuk mengabdi di PT Kahuna.” Jawab Tn. Wisnu dengan senyum dan kemudian menjabat tangannya sambil mengucapkan selamat. Kini kedua perusahaan saling bekerjasama. Dua tahun kemudian produksi kedua perusahaan naik pesat dan memperoleh profit yang luar biasa. Produksi diekspor hingga ke mancanegara dan bekerjasama dengan perusahaan asing untuk menaikkan kualitas.



(Wise)

Senin, 24 Januari 2011

Karawang-Bekasi Chairil Anwar VS Wisnoe

Karawang-Bekasi  
"Chairil Anwar"

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Chairil Anwar (1948)
Brawidjaja, Jilid 7, No 16, 1957 



Karawang - Bekasi
"versi saia"

Menunggang aka patas
dari Karawang hingga Bekasi
menyinggung jalur Kedunggedeh
menyisir ladang Lemahabang
jauh hingga hunian Cikarang
sejenak melepas lelah
di halte Cibitung
bersendagurau di pelataran Tambun
tak terasa
nyampek deh di Bekasi.....

Wisnoe (2011)

jadi Karawang - Bekasi itu melewati:
Kedunggedeh-Lemahabang-Cikarang-Cibitung-Tambun
udah nyampek Bekasi....
kalo da yang kurang boleh di tambah kok....???

(wise)

Selasa, 30 November 2010

Is a Young Marry a Problem?

Most of the people in this world have known about love. In Indonesia, the teenagers from high school level have a couple even they only like to love or truly love. But not less of them get marry before their time, that’s called young marriage. Young marriage is a marriage that committed by a young couple. It’s caused by many factors, for example the teenagers who want to get merry impatiently, an accident, and many others. The survey says that most of young marriages happen at isolated villages which the people have Low Educations and mull the future less. Most of them just graduated from elementary school or junior high school level.

Young marriages have many flaws, moreover the couple who are not ready yet to have a household. Because many of them don’t have any jobs yet to get basic necessities of life. The jobs are really necessary. If they don’t get a job, they can’t give money, and their household will be broken even they will be divorce, moreover if they have a child. From where this child gets the better future if his or her parents can’t’ give the best to him or her?  So the parents doing are very influenced to their children growth. If they can’t educate and give their children good parenting, the risks will be horrifying. All of the children will be a bad people.

The criminal case usually happen caused by people who can’t give money to their family. Many of them are the young couple who don’t have a job yet. So, for giving basic necessities.  they usually through the wrong ways. They steal, doing bad to get something they want. They use their own potentials unwisely.  They have strong body, they have smart think, but they use them in wrong way. It’s a disgraceful incident in our life.

Talking about disgraceful thing. Many young couples have married because of accident. So, it makes their parents disappointed, and not less of them, don’t admit their baby. Because they don’t want their baby become a disgrace of their family. The word accident is taken from the incident called pregnant without daddy. The woman who get this incident usually through the wrong way by abortion (kill the baby before the baby get born). Whereas this way can kill herself. But only to cover up her disgrace, anything she does.

HIV/AIDS can spread to a couple who one of them have bad habit. Like free sex, or the woman who has spread before, perhaps caused of her bad habits. The main problem is how about their children? Of course it can spread to the baby too and make the baby suffer a long his or her life. What a big sins to the couple?

From that reasons, why the young marriage have many flaws. It can be avoided by save the relationship when still steady or try to be patient to get job and enough income before marry although still have a student status. Those suggestions can help to prepare the future to be success household and happy family, of course have a certain quality of generations. (Wise)

Senin, 29 November 2010

Kisah Putri Kasihan

Canna Island, adalah sebuah pulau yang semi besar karena luasnya hanya sekitar 64800 km2. Terdapat sebuah tanjung yang sangat terkenal di pulau ini. Namanya Chantique Foreland. Selain itu, juga terdapat salah satu dari puluhan kerajaan yang ada di pulau ini yang letaknya dekat Chantique Foreland. Namanya Gracias Kingdom. Letaknya tidak terlalu jauh dari tanjung tersebut. Hanya berjarak 16 mil ke arah selatan. Kemudian ada tugu warna merah. Di situlah pintu gerbang menuju Kerajaan Gracias.

Di Gracias Kingdom, hiduplah seorang putri yang cantik tetapi ceroboh. Namanya Dilla Princess atau biasa disebut dengan Putri Kasihan. Mengapa disebut Putri Kasihan ? pertanyaan yang cukup logis. Setap hari sang putri selalu bersedih. Padahal putri Dilla biasa hidup dengan kemewahan dan kebahagiaan. Namun bagi seorang putri. Apalah arti sebuah kebahagiaan tanpa seorang pangeran yang mendampingi hidupnya. Akibat kecerobohannya, sudah limabelas kali cintanya tidak diterima atau dalam bahasa Russianya ditolak.

Cinta pertama Putri Dilla berawal dari sebuah pesta perayaan ulangtahun kerajaan. Saat itu sang putri hendak mengambil sendoknya yang jatuh. Pada saat yang sama tiba-tiba seorang pangeran mengambilkan untuknya. Dengan wajah yang berseri-seri sang pangeran berkata,” Maaf Nona, ini sendok Anda yang jatuh.” Sang putri pun terpesona kepadanya. Kemudian mereka pun berbincang-bincang dan saling mengenal. Sebenarnya sang pangeran juga terpesona melihat kecantikan putri Dilla. Namun ketika ia hendak menembak sang putri, tanpa disadari sang putri kentut dengan suara yang keras dan bau yang khas (lebih dari sekedar bau). Melihat hal itu sang pangeran pun kecewa dan meninggalkan putri sendirian karena dirasa tidak sopan terhadap orang lain.

Kejadian itu sering terjadi pada Putri Dilla hingga limabelas kali dengan pangeran yang berbeda. Bahkan sang putri pernah jatuh cinta kepada pangeran tertampan di pulau Canna. Namun akibat kebiasaan buruknya yang sering mengupil dan terkadang mencium ketiaknya, lagi-lagi sang putri ditolak. Padahal itu adalah kesempatannya untuk merebut pangeran tampan itu.
Kabar tentang kecerobohan dan kejorokan sang putri terdengar hingga ke Raja Norgard (ayah putri Dilla). Dengan penuh rasa malu sang raja berkata,” Hai anakku, Ayahanda sangat kecewa dan malu berat atas kelakuan jorokmu itu.” Sang putri berkata,” Aku minta maaf, Ayahanda. Tapi aku berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi.” Raja bertanya,” Kau yakin dengan keputusanmu?” sang putri membalas dengan tegas, “akan kulakukan demi mendapatkan cintaku, Ayah”. Sang ayah menjawab,” Bagus! Hilangkan kebiasaanmu itu. Dengan begitu kau akan mendapatkan seorang pangeran untuk mendampingi hidupmu kelak.” Putri berkata,” Tetapi berita tentang kejorokanku sudah tersebar di seluruh pulau Canna. Apakah masih ada pangeran yang mau denganku?” Sang Raja menjawab,” Pasti ada! Bersabarlah, Nak!” Sejak itu, sang putri mulai meninggalkan sifat kejorokannya sedikit demi sedikit dan memulai hidup barunya dengan kesopanan.
Suatu hampir malam terjadi perampokan di istana. Meskipun kawanan perampok tidak berhasil membawa harta sepersen pun tapi setidaknya mereka berhasil menculik Putri Dilla. Setelah kejadian itu sang Raja langsung mengerahkan sejumlah pasukannya untuk mencari Putri Dilla.

Di tengah perjalanan, betapa bodohnya para perampok tersebut hingga lupa untuk membungkam mulut putri Dilla. Karena ketakutan Putri Dilla pun berteriak minta tolong dengan sangat keras sehingga perampok tersebut kewalahan. Si bos perampok mengomeli anak buahnya, ”Kenapa tidak diplester saja mulutnya! Dasar bodoh!” si anak buah malah berkata,” Maaf bos plesternya habis tadi buat menambal ban dan atap yang bocor.”  Suara putri Dilla terdengar oleh pangeran Phalevhu yang tengah berburu rusa. Tanpa pikir panjang, sang pangeran langsung lari untuk menolong sang putri. Setelah pangeran Phalevhu menemukan gerombolan penculik putri Dilla, pangeran pun langsung menghajar perampok itu satu per satu. Setelah para perampok kabur ketakutan, pangeran Phalevhu langsung membebaskan putri Dilla.

Pada pandangan pertama, pangeran Phalevhu merasa terkagum dengan kecantikan putri Dilla. Tidak hanya pangeran Phalevhu, tetapi putri Dilla pun juga ikut terkesan dengan kegagahan pangeran dalam penumpas kawanan perampok itu. Pada saat hendak melepas tali yang mengikat kaki putri, pangeran Phalevhu bertanya,” Hai putri cantik, siapa namamu?” dengan tersipu putri berkata,” Aku Dilla, putri dari raja Gracias Kingdom. Terimakasih sudah menyelamatkan aku. Kamu siapa? Dari mana?” Pangeran menjawab,” Kenalkan, aku Pangeran Phalevhu dari kerajaan Escaflowne.” Akhirnya mereka saling mengenal.
Pangeran Phalevhu mengantar putri Dilla pulang ke istana. Di perjalanan, pangeran Phalevhu berhenti di sebuah kedai es krim dan mengajak putri Dilla untuk makan es krim bersama. Mereka memakan es krim bersama-sama bahkan terkadang mereka saling menyuap dan saling tukar pengalaman. Di tengah canda tawa mereka, tiba-tiba pangeran Phalevhu bersin dengan keras sampai-sampai kotoran hidungnya meloncat ke es krim putri Dilla. Putri Dilla berkata,” kamu baik-baik saja kan, Pangeran?” Pangeran Phalevu menjawab,” Ah tidak, ini cuma bersin biasa. Tolong aku disuap es krim lagi dong!” Tanpa disadari, putri Dilla mengambilkan es krimnya yang terdapat kotoran hidung pangeran tadi dan menyuapkannya ke pangeran. Awalnya pangeran biasa-biasa saja. Namun lama-lama pangeran terlihat seperti orang yang mabuk dan akhirnya pangeran mati. Karena kaget dan bingung, putri Dilla langsung lari untuk meminta pertolongan. Tetapi sialnya, sang putri tidak dapat bantuan, malah penuduhan yang didapatnya. Putri Dilla pun dibawa ke istana bersama dengan pasukan Gracias Kingdom yang kebetulan mengetahui hal itu. 

Berita tentang kematian pangeran Phalevhu dan penuduhan terhadap putri Dilla telah sampai ke Raja Musashi, ayah pangeran Phalevu. Akhirnya Raja Musashii menuntut kepada Raja Norgard untuk menghukum putri Dilla dengan hukuman yang setimpal. Di istana, setelah Raja Norgard mengetahui berita tersebut dari Raja Musashi, dia seakan-akan tidak percaya. Dengan penuh rasa marah Raja Norgard berkata kepada Putri Dilla,” Dilla! Apa yang kamu lakukan itu membuat ayah marah. Kau telah mencoreng nama baik Gracias Kingdom. Sebagai hukuman, kau dipenjara di Basement terbawah selama empat tahun.” Putri Dilla yang sedikit bodoh tidak tahu harus melakukan apa untuk bertahan. Tetapi karena itu perintah ayahnya, dia menurut saja.

Di dalam penjara. Putri Dilla terus menangis, menangis dan menangis. Setelah dua bulan, putri Dilla mengalami stres yang berlebihan. Dia pun menjadi amnesia, idiot, dan gila karena penderitaannya yang semakin lama semakin menjadi-jadi. Meskipun Raja Norgard sudah membebaskan putri Dilla, ia pun tak kunjung sembuh dari kegilaannya. Setiap hari putri Dilla selalu memanggil nama pangeran Phalevu sambil tertawa layaknya orang gila yang berlebihan. Tidak ada satu tabib maupun dukun yang berhasil menyembuhkannya. Sampai akhirnya putri Dilla meninggal. Wajahnya yang konyol dengan lidah yang menjulur keluar dan senyuman yang tidak meyakinkan, putri Dilla dimakamkan di belakang istana. Raja dan Ratu Norgard yang tak kuasa melihat kematian putri pertamanya, menangis tidak karuan. Tiba-tiba Ratu Norgard berkata,” Suamiku, sudahlah biarkan Dilla pergi dengan tenang. Lagipula kematian Dilla bukanlah akhir dari segalanya kan ? toh masih ada Maryz, putri kedua kita.” Raja berkata,” Benar juga ya! Kenapa aku menangisi kematian Dilla yang sifatnya jorok dan ceroboh itu. Dengan begini kita kan bisa lebih memperhatikan Maryz.” Ternyata selama ini Raja dan Ratu Norgard lebih menyayangi Maryz yang lebih sopan daripada Dilla yang ceroboh. Sejak itu nama Putri Kasihan selalu dikenang seluruh warga Canna Island karena riwayatnya yang lebih banyak penderitaan daripada kebahagiaan. (Wise)

FINDING DUKE

The morning had come. It was very good time for Duke to harvest its grapes. Duke is a grape farmer. He lived with his wife and his son. Manna , his wife asked to Duke,” Good morning Honey, are you fine?” Duke answered ,”oh yes, I am fine, as fine as our son, Danys.” Suddenly Danys said,” Papa, I’m sorry, I’m not fine today.” Duke asked ,”Why, are you sick?’’ Danys anwered,” I don’t know, but it’s not too bad. You can work as usually, I’m sure everything will be OK!”. After having breakfast and took care his animal, Duke began to harvesting its farm. That day, the grape was very delicious and too much. Duke could sell all grapes to the market. A lot of harvesting time Duke get a lot of money too.

One day on Summer, the Duke went out of home, it looked the sky was be rainy and little storm. But that time was harvesting the farm. ”Oh my God, I’m confused, if I don’t harvest that time my grapes would be broken. But if I harvest my farm that day, I will be sick, sigh !” grumble Duke. The wind was blowing faster and faster, the sky was darker than before. Duke said ,”It’s very dangerous, but …… ah I don’t care, I should harvest my farm.”

Minutes by minutes, hours by hours, the rain was very hard. Duke was still at his farm. Manna said,” Duke, let’s go inside, the weather is not good for you. Come in !” Duke answered, ”I’m sorry Manna, I couldn’t leave it. I must harvest my grapes now!” Manna says to Duke ,”Maybe there will be big storm soon, let’s go inside, ouch ! the wind is very strong !” After that, Manna went inside and leave Duke alone.
 
The following day, the mayor came to Duke’s house and said to Manna and Danys ,”I’m sorry but it’s very grievous. Duke was missing !” Manna said with her weep ,”Oh my God, Duke, where are you going now ?” Danys said, ”Let’s go to look for father, Mom!” “That’s good idea Danys, let’s go!” answered Mayor.
The day by day, Mayor, Manna, and Danys hadn’t found Duke. Finally, they arrived at a small island. Manna asked ,”Is it the place ?” Danys answed ,”I don’t know, well let’s try to look for him.” Mayor said,” I have an idea!” Danys asked ,”What is it ?” Mayor answerd, ”Wait a minute, there are three ways, Manna go straight! Danys go to left way ! and myself go to right way.”

By spirited, they looked for Duke in the small island, but until they went back together, they hadn’t found him. “Do you agree if we stay here ? just tonight .” Mayor’s suggestion. “Up to you, if we can find Duke my husband.” Manna’s answer. Finally they stayed in that island.
At night, suddenly Danys heard voice. The voice was like a ghost. Danys was frightened and confused. “Help……… help……….help me ……..anyone will help me !” the voice was like a lady crying. Finally, Danys went out of the tent, and went to the voice direction. Danys said, ”There looks like a white cloth is involved at high tree. It waves as thought calls me……, it’s a ghost !!!!” So Danys ran away to the tent as fast as it can. Then it told to his mother and mayor about that case. The next morning, they began to go to the high tree where the white cloth is. They were surprised, because the white cloth is Duke. Finally they found Duke. The mayor took Duke to hospital.
Arrived there, Doctor said ,”Mr. Duke was hurt, he must have a long rest.” Manna said to Duke ,”Duke, I’m so sorry, I didn’t care you when you were storm beaten.” Duke said ,”Never mind, actuality, I was wrong only I didn’t pay attention your advice. I know, that weather was very dangerous for us, fortunately we are still alive. You know ? the storm was very fightful me, I hadn’t been ready, so the storm brought me to the small island.”

Five years later. “It was time to harvest for them, but the weather was not good again, so it would break our farm. Why do you not harvest today ?” Manna’s question. Duke answered ,”because, I don’t care my farm”. (wise)